Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel
Home

Garis Waktu Kanon Alkitab: Dari Flavius Yosefus hingga Konsili Trente

Menelusuri perjalanan 1500 tahun bagaimana Gereja — melalui para Bapa, konsili, dan kodeks kuno — menentukan kitab mana yang diilhami Allah

Tim DKC ·
Bagikan:
Garis Waktu Kanon Alkitab: Dari Flavius Yosefus hingga Konsili Trente
100%
Daftar Isi

Bagaimana kita tahu bahwa ke-73 kitab dalam Alkitab Katolik (atau 66 dalam Alkitab Protestan) adalah kitab yang benar? Siapa yang memutuskan? Dan kapan?

Pertanyaan-pertanyaan ini membawa kita pada perjalanan 1.500 tahun — dari sejarawan Yahudi abad pertama hingga keputusan dogmatis Konsili Trente. Artikel ini menyajikan garis waktu penetapan kanon Alkitab berdasarkan bukti sejarah: daftar-daftar kuno, kodeks-kodeks agung, keputusan konsili, dan kontroversi Reformasi.


1. Flavius Yosefus — Against Apion (94 M)

Saksi paling awal mengenai kanon Yahudi. Dalam Contra Apionem (Melawan Apion), sejarawan Yahudi-Romawi Flavius Yosefus menegaskan bahwa orang Yahudi hanya memiliki 22 kitab yang diakui secara resmi.

KategoriJumlahIsi
Taurat5Kejadian–Ulangan
Nabi13Yosua–Ayub (beberapa digabung)
Kidung & Moral4Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung

Angka 22 sengaja diselaraskan dengan jumlah huruf alfabet Ibrani. Perbedaan dengan 24 kitab Tanakh modern hanya soal penggabungan: Yosefus menggabungkan Rut dengan Hakim-hakim dan Ratapan dengan Yeremia.

Kriteria Yosefus

Yosefus menetapkan lima kriteria kitab suci:

  • Kuantitas terbatas — hanya 22, bukan ribuan yang kontradiktif
  • Otoritas kenabian — ditulis oleh nabi dengan ilham ilahi
  • Suksesi kenabian — dari Musa hingga Artahsasta (setelah itu tidak ada lagi nabi)
  • Konsistensi — tidak ada kontradiksi internal
  • Kesediaan mati — orang Yahudi rela mati demi kitab-kitab ini

2. Melito dari Sardis (~180 M)

Uskup Melito dari Sardis melakukan perjalanan ke Palestina untuk meneliti kanon Ibrani. Hasilnya adalah daftar Kristen pertama yang menyebut istilah “Perjanjian Lama.” Ia mencantumkan semua kitab Ibrani kecuali Ester — salah satu kitab yang status kanoniknya paling lama diperdebatkan.

Karyanya yang paling terkenal, Peri Pascha (Tentang Paskah), adalah homili puitis tentang Kristus sebagai penggenapan anak domba Paskah — ditemukan kembali dalam Papirus Bodmer XIII pada 1940-an.


3. Fragmen Muratori (~170–200 M)

Ditemukan oleh Ludovico Muratori pada 1740 di Perpustakaan Ambrosiana, Milan, fragmen ini adalah daftar Perjanjian Baru tertua yang pernah ditemukan. Ditulis dalam bahasa Latin, fragmen ini diyakini berasal dari Roma sekitar 170–200 M.

StatusKitab
Diterima4 Injil, Kisah Para Rasul, 13 Surat Paulus, Yudas, 1-2 Yohanes, Wahyu Yohanes, Wahyu Petrus (kontroversial), Kebijaksanaan Salomo
DitolakSurat Laodikia & Aleksandria (palsu, Marsionisme)
⚠️ DiragukanGembala Hermas — boleh dibaca pribadi, tidak boleh liturgi

Fragmen ini menggunakan metafora tajam: “Empedu tidak boleh dicampur dengan madu” — ajaran sesat tidak boleh dicampur dengan Kitab Suci.


4. Kodeks-Kodeks Agung (Abad ke-4–5)

Codex Sinaiticus (א) — 330–360 M

  • Naskah tertua yang memuat seluruh Perjanjian Baru lengkap
  • Ditemukan di Biara St. Katarina, Gunung Sinai
  • Termasuk Surat Barnabas dan Gembala Hermas sebagai lampiran

Codex Vaticanus (B) — 325–350 M

  • Tersimpan di Perpustakaan Vatikan sejak abad ke-15
  • Naskah paling andal untuk merekonstruksi teks asli Perjanjian Baru

Codex Alexandrinus (A) — 400–440 M

  • Menarik: Surat-surat Katolik diletakkan sebelum Surat Paulus (tradisi Timur)
  • Mencantumkan 1 dan 2 Klemens sebagai lampiran
  • Memuat 14 Odes (Nyanyian Pujian) di akhir Mazmur
  • Memasukkan 3 dan 4 Makabe — lebih luas dari kanon Barat

5. Konsili-Konsili Penentu Kanon (382–419 M)

TahunKonsiliKeputusan
367Surat Paskah AthanasiusPertama kali daftar 27 kitab PB yang persis sama dengan sekarang
382Konsili Roma (Paus Damasus I)Menetapkan kanon PB untuk Gereja Barat
393Konsili HippoMeneguhkan 27 PB + PL termasuk Deuterokanonika
397 & 419KartagoKanon lengkap 73 kitab — menjadi standar universal

Poin penting: Konsili-konsili ini tidak “menciptakan” kanon dari ketiadaan. Mereka memformalkan apa yang sudah diterima secara luas dalam liturgi gereja-gereja apostolik selama berabad-abad.


6. Surat Paus Innosensius I (405 M)

Paus Innosensius I mengirimkan daftar kanon yang sama kepada para uskup untuk memastikan keseragaman di seluruh Gereja Barat. Ini menjadi konfirmasi resmi bahwa ke-27 kitab PB (termasuk yang sebelumnya diragukan: Ibrani, Yakobus, 2 Petrus, 2-3 Yohanes, Yudas, Wahyu) memiliki otoritas penuh.


7. Vulgata Santo Hieronimus (382–405 M)

Paus Damasus I menugaskan Hieronimus menerjemahkan Alkitab ke bahasa Latin. Meskipun Hieronimus secara pribadi meragukan beberapa kitab Deuterokanonika, ia tunduk pada otoritas Gereja dan memasukkannya. Vulgata menjadi standar Gereja Barat selama lebih dari 1.000 tahun.


8. Dekrit Gelasianum (Abad ke-5/6)

Dokumen ini unik karena tidak hanya mencantumkan kitab yang diterima, tetapi juga daftar panjang kitab yang ditolak — termasuk Injil Tomas, Injil Barnabas, Kisah Andreas, dan Gembala Hermas.

Ini adalah salah satu upaya penyensoran formal pertama dalam sejarah Gereja — menetapkan batas tegas antara yang suci dan yang sesat.


9. Isidorus dari Sevilla (~600 M)

Dalam De Ecclesiasticis Officiis, Isidorus menegaskan kanon 73 kitab dan memberikan definisi “Apokrifa”:

“Kitab-kitab yang asal-usulnya tersembunyi, penulisnya tidak diketahui, dan berisi ajaran yang bertentangan dengan iman Katolik.”

Ia juga memuji Ezra sebagai sosok yang menyusun kembali Kitab Suci setelah penghancuran Yerusalem.


10. Martin Luther (1522–1534)

Reformasi membawa perubahan radikal terhadap kanon:

AspekKeputusan Luther
PLHanya 39 kitab Ibrani — 7 Deuterokanonika dipindahkan ke “Apokrifa”
PB27 kitab, tetapi dengan hierarki internal
”Surat Jerami”Yakobus — karena menekankan perbuatan, bertentangan dengan “iman saja”
DiragukanIbrani, Yudas, Wahyu — dipindahkan ke bagian akhir

Prinsip “Was Christum Treiben”

Kriteria Luther: “Apakah kitab ini mewartakan Kristus?” Jika ya (Yohanes, Roma) → otoritas tertinggi. Jika tidak (Yakobus) → lebih rendah.

Luther tidak menghapus kitab-kitab ini, tetapi memindahkannya ke bagian akhir dan memberikan pengantar kritis.


11. Konsili Trente (1546) — Penetapan Dogmatis

Ini adalah momen paling krusial dalam sejarah kanon Alkitab. Pada Sesi IV, 8 April 1546, Gereja Katolik secara dogmatis menetapkan:

KeputusanDetail
Kanon PL46 kitab — termasuk Tobit, Yudit, Makabe, Kebijaksanaan, Sirakh, Barukh
Kanon PB27 kitab — termasuk Yakobus, Ibrani, Wahyu
KesetaraanSemua kitab memiliki otoritas yang sama dan setara
Anatema”Terkutuklah” siapa saja yang tidak menerima seluruh kitab
SumberKitab Suci + Tradisi Suci = dua mata air yang tak terpisahkan
VulgataDitetapkan sebagai versi resmi yang “otentik”
PenafsiranHanya Magisterium Gereja yang berwenang menafsirkan

Mengapa Gereja Mempertahankan 1 & 2 Makabe?

Doktrin KatolikDasar dalam Makabe
Doa bagi orang mati2 Makabe 12:39-45 — “suatu pikiran yang suci dan saleh”
Api PenyucianImplikasi dari doa bagi orang mati
Perantaraan orang kudus2 Makabe 15:12-16 — Onias dan Yeremia berdoa bagi Israel
Kebangkitan tubuh2 Makabe 7 — ibu dan 7 anak martir
Yesus merayakan HanukkahYohanes 10:22 — asal-usulnya hanya di 1 Makabe 4

12. Tiga Kriteria Kanonisasi

Bagaimana Gereja perdana menentukan kitab mana yang kanonik? Tiga saringan:

KriteriaPenjelasan
ApostolisitasDitulis oleh rasul atau rekan dekat rasul (Markus = rekan Petrus, Lukas = rekan Paulus)
OrtodoksiSelaras dengan regula fidei (aturan iman) — menolak injil Gnostik
KatolisitasDigunakan secara konsisten dalam ibadah di seluruh Gereja (Roma, Aleksandria, Antiokhia)

Timeline Lengkap Kanon Alkitab

TahunPeristiwaSignifikansi
94 MFlavius Yosefus — Against Apion22 kitab PL, kriteria kanonisasi
~170 MFragmen MuratoriDaftar PB tertua
~180 MMelito dari SardisDaftar PL Kristen pertama
330–360Codex SinaiticusPB lengkap tertua
367Surat Paskah AthanasiusPertama kali 27 PB persis
382Konsili RomaKanon PB resmi Barat
393Konsili Hippo73 kitab (PL + PB)
397Konsili KartagoPeneguhan universal
405Vulgata HieronimusStandar 1.000+ tahun
~500Dekrit GelasianumDaftar kitab ditolak
1522Luther — September Bible39 PL, hierarki PB
1546Konsili TrenteDogma kanon 73 kitab

Kesimpulan

Kanon Alkitab tidak jatuh dari langit. Ia adalah hasil dari proses panjang yang melibatkan:

  • Para Bapa Gereja yang meneliti dan berdebat
  • Konsili-konsili yang berdoa dan memutuskan
  • Otoritas Magisterium yang dibimbing Roh Kudus
  • Liturgi Gereja yang menjadi laboratorium iman

Seperti yang ditegaskan Konsili Trente: tanpa otoritas Gereja yang dibimbing Roh Kudus, manusia tidak akan mengetahui kitab mana yang benar-benar diilhami Allah. Kanon itu sendiri adalah bukti bahwa Tradisi Suci dan Magisterium — bukan “Alkitab saja” — adalah cara Allah memelihara Firman-Nya.


Referensi

  1. Flavius Yosefus. Contra Apionem, Buku 1, Bagian 8 (37–42).
  2. Fragmen Muratori — Biblioteca Ambrosiana, Milan (~170 M).
  3. Melito dari Sardis. Peri Pascha & Eclogae (~180 M).
  4. Athanasius. Surat Paskah ke-39 (367 M).
  5. Dekrit GelasianumDe Libris Recipiendis et Non Recipiendis (abad ke-5/6).
  6. Isidorus dari Sevilla. De Ecclesiasticis Officiis (~600 M).
  7. Martin Luther. September Bible (1522).
  8. Konsili Trente. De Canonicis Scripturis, Sesi IV (8 April 1546).
  9. Codex Sinaiticus, Vaticanus, Alexandrinus — koleksi museum dan perpustakaan.
  10. Metzger, Bruce M. The Canon of the New Testament. Oxford, 1987.

Artikel ini disusun berdasarkan analisis historis dari sumber-sumber primer termasuk tulisan para Bapa Gereja, keputusan konsili, dan kodeks-kodeks kuno. Seluruh data diverifikasi dengan referensi akademik standar.

Artikel Terkait