Timeline Pembentukan Kanon Kitab Suci
Perjalanan panjang pembentukan kanon Alkitab Katolik â dari penulisan kitab pertama hingga penentuan dogmatis di Konsili Trente.
Penulisan Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama)
Musa dan para nabi menuliskan kitab-kitab Perjanjian Lama secara bertahap selama kurun waktu seribu tahun. Tradisi lisan dan tulisan disusun menjadi kitab-kitab yang menjadi fondasi iman Israel.
Septuaginta (LXX)
Terjemahan Alkitab Ibrani ke bahasa Yunani di Aleksandria, Mesir. Meliputi kitab-kitab deuterokanonika (Tobit, Yudit, 1â2 Makabe, Kebijaksanaan, Sirakh, Barukh). Versi inilah yang banyak dikutip para Rasul dalam Perjanjian Baru.
Penulisan Perjanjian Baru
Para Rasul dan penulis terilhami menulis Injil, Kisah Para Rasul, surat-surat rasuli, dan Kitab Wahyu. Seluruh 27 kitab PB diselesaikan sebelum akhir abad pertama.
Marcion dan Kanon Terbatas
Marcion dari Sinope mengajarkan kanon terbatas: hanya Injil Lukas dan surat-surat Paulus (tanpa PL). Gereja menolak ajaran ini karena menyangkal kesinambungan Perjanjian Lama dan Baru.
Surat Paskah Athanasius
Athanasius dari Aleksandria menerbitkan Surat Paskah (Festal Letter 39) yang memuat daftar pertama kanon 27 kitab Perjanjian Baru persis seperti yang kita kenal sekarang.
Konsili Roma
Paus Damasus I mengukuhkan kanon lengkap Alkitab termasuk kitab-kitab deuterokanonika. Daftar ini menjadi patokan resmi Gereja Katolik.
Konsili Hippo
Sinode para uskup di Hippo (Afrika Utara) mengukuhkan kanon 73 kitab: 46 PL (termasuk deuterokanonika) + 27 PB. Keputusan ini dikirim ke Roma untuk persetujuan.
Konsili Kartago III
Menegaskan kembali kanon Hippo. Daftar kanon yang sama dikukuhkan oleh para uskup Afrika Utara dan diterima secara luas di seluruh Gereja.
Paus Innosensius I
Paus Innosensius I secara resgi menyetujui dan mengesahkan daftar kanon definitif dalam suratnya kepada Exsuperius dari Toulouse, mengukuhkan 73 kitab.
Konsili Florence
Mengeluarkan dekrit kanon Kitab Suci untuk kesatuan dengan Gereja Koptik (Bulla Cantate Domino). Mengukuhkan kembali kanon yang sama dengan deuterokanonika.
Konsili Trente
Secara dogmatis dan definitif menetapkan kanon 73 kitab sebagai ajaran iman. Keputusan ini merupakan respons terhadap Reformasi Protestan yang menghapus kitab-kitab deuterokanonika.
Mengapa Deuterokanonika Penting?
Kitab-kitab deuterokanonika (Tobit, Yudit, 1 & 2 Makabe, Kebijaksanaan, Sirakh, Barukh, serta tambahan Daniel dan Ester) telah menjadi bagian dari Alkitab Gereja sejak awal. Kitab-kitab ini digunakan oleh para Bapa Gereja, dikutip dalam Perjanjian Baru, dan dikukuhkan oleh berbagai konsili ekumenis.
Kanon Protestan
66 KitabMengikuti kanon Ibrani (Masoretik). Kitab deuterokanonika dihapus pada masa Reformasi abad ke-16.
Kanon Katolik
73 KitabTermasuk 7 kitab deuterokanonika (+ tambahan dalam Daniel & Ester). Dikukuhkan oleh Konsili Hippo (393), Kartago (397), dan Trente (1546).
Kitab-Kitab Deuterokanonika
Kitab-kitab ini ada dalam Septuaginta (LXX), dikutip oleh para Rasul dan Bapa Gereja, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Alkitab Kristiani selama 1.500+ tahun.