Damai Kasih Channel
DKC
Damai Kasih Channel

Timeline Pembentukan Kanon Kitab Suci

Perjalanan panjang pembentukan kanon Alkitab Katolik — dari penulisan kitab pertama hingga penentuan dogmatis di Konsili Trente.

~1400–400 SM

Penulisan Kitab Suci Ibrani (Perjanjian Lama)

Musa dan para nabi menuliskan kitab-kitab Perjanjian Lama secara bertahap selama kurun waktu seribu tahun. Tradisi lisan dan tulisan disusun menjadi kitab-kitab yang menjadi fondasi iman Israel.

~250 SM

Septuaginta (LXX)

Terjemahan Alkitab Ibrani ke bahasa Yunani di Aleksandria, Mesir. Meliputi kitab-kitab deuterokanonika (Tobit, Yudit, 1–2 Makabe, Kebijaksanaan, Sirakh, Barukh). Versi inilah yang banyak dikutip para Rasul dalam Perjanjian Baru.

~50–100 M

Penulisan Perjanjian Baru

Para Rasul dan penulis terilhami menulis Injil, Kisah Para Rasul, surat-surat rasuli, dan Kitab Wahyu. Seluruh 27 kitab PB diselesaikan sebelum akhir abad pertama.

140 M

Marcion dan Kanon Terbatas

Marcion dari Sinope mengajarkan kanon terbatas: hanya Injil Lukas dan surat-surat Paulus (tanpa PL). Gereja menolak ajaran ini karena menyangkal kesinambungan Perjanjian Lama dan Baru.

367 M

Surat Paskah Athanasius

Athanasius dari Aleksandria menerbitkan Surat Paskah (Festal Letter 39) yang memuat daftar pertama kanon 27 kitab Perjanjian Baru persis seperti yang kita kenal sekarang.

382 M

Konsili Roma

Paus Damasus I mengukuhkan kanon lengkap Alkitab termasuk kitab-kitab deuterokanonika. Daftar ini menjadi patokan resmi Gereja Katolik.

393 M

Konsili Hippo

Sinode para uskup di Hippo (Afrika Utara) mengukuhkan kanon 73 kitab: 46 PL (termasuk deuterokanonika) + 27 PB. Keputusan ini dikirim ke Roma untuk persetujuan.

397 M

Konsili Kartago III

Menegaskan kembali kanon Hippo. Daftar kanon yang sama dikukuhkan oleh para uskup Afrika Utara dan diterima secara luas di seluruh Gereja.

405 M

Paus Innosensius I

Paus Innosensius I secara resgi menyetujui dan mengesahkan daftar kanon definitif dalam suratnya kepada Exsuperius dari Toulouse, mengukuhkan 73 kitab.

1442 M

Konsili Florence

Mengeluarkan dekrit kanon Kitab Suci untuk kesatuan dengan Gereja Koptik (Bulla Cantate Domino). Mengukuhkan kembali kanon yang sama dengan deuterokanonika.

1546 M

Konsili Trente

Secara dogmatis dan definitif menetapkan kanon 73 kitab sebagai ajaran iman. Keputusan ini merupakan respons terhadap Reformasi Protestan yang menghapus kitab-kitab deuterokanonika.

Mengapa Deuterokanonika Penting?

Kitab-kitab deuterokanonika (Tobit, Yudit, 1 & 2 Makabe, Kebijaksanaan, Sirakh, Barukh, serta tambahan Daniel dan Ester) telah menjadi bagian dari Alkitab Gereja sejak awal. Kitab-kitab ini digunakan oleh para Bapa Gereja, dikutip dalam Perjanjian Baru, dan dikukuhkan oleh berbagai konsili ekumenis.

📖

Kanon Protestan

66 Kitab
Perjanjian Lama 39 kitab
Perjanjian Baru 27 kitab

Mengikuti kanon Ibrani (Masoretik). Kitab deuterokanonika dihapus pada masa Reformasi abad ke-16.

âœī¸

Kanon Katolik

73 Kitab
Perjanjian Lama 46 kitab
Perjanjian Baru 27 kitab

Termasuk 7 kitab deuterokanonika (+ tambahan dalam Daniel & Ester). Dikukuhkan oleh Konsili Hippo (393), Kartago (397), dan Trente (1546).

Kitab-Kitab Deuterokanonika

Tobit
Yudit
1 Makabe
2 Makabe
Kebijaksanaan
Sirakh (Eklesiasticus)
Barukh + Surat Yeremia
Tambahan Ester
Tambahan Daniel

Kitab-kitab ini ada dalam Septuaginta (LXX), dikutip oleh para Rasul dan Bapa Gereja, dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Alkitab Kristiani selama 1.500+ tahun.

Timeline Kanon Kitab Suci — Damai Kasih Channel